Rabu, 17 April 2013

Ini pertama kalinya pesan bibimbab di hansik a.k.a restoran Korea Perpus Pusat UI. Biasanya pesan kimbab atau rapokki doang. Soalnya ada yang bilang bibimbabnya tidak terlalu enak terus harganya juga lebih mahal. Tapi tergoda untuk makan nasi yang kaya karbohidrat supaya bisa supply tenaga nulis skripsi, akhirnya saya pesan bibimbab juga. Dan... SUMPAH MAU LAGI! Hehehe. Selain porsinya banyak, ada banyak sayuran dan ada dagingnya juga, fresh dan PORSINYA BANYAK! Jadi, kalau kelaparan dan lagi ada uang, boleh banget pesan menu ini karena dijamin kenyang ^_^. Hanya ada dua buah ke-najong-an, yang terjadi ketika pesan kemarin itu. Pertama, tunggunya lama, ya no problem sih karena terobati dengan fresh-nya makanan tsb. Kedua, pelayannya lupa memberi sendok! Awalnya, saya sabar saja, tapi kok tidak datang dataaaaaang? Beberapa saat kemudian, ibu manager-nya datang dan kami mengadu. Ia langsung memarahi pelayannya begitu. Tapi entah mengapa, kok saya juga jadi merasa dimarahi. Hihihi. 

Ini penampakan bibimbabnya. Ada tambahan kimchi dan sup rumput laut. Enak dan sehat : 9


Jumat, 05 April 2013

Mangesakan Allah, Keikutsertaan Allah, dan Ihsan


*sumber: materi pembinaan Salam UI dll

Materi 3: Mengesakan Allah
Makna Rabb
Rabb selalu diterjemahkan dengan “Tuhan”. Penerjemahan ini sering menghilangkan kandungan makna yang sebenarnya. Ada tiga makna Rabb:

1.     Pencipta (Khaliq)
“Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan selain Dia; pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dialah pemelihara segala sesuatu.” (Al-'An`am 6:102)

Katakanlah (Muhammad), "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Katakanlah, "Allah." Katakanlah, "Pantaskah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri?" Katakanlah, "Samakah orang yang buta dengan yang dapat melihat? Atau samakah yang gelap dengan yang terang? Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah, "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia Tuhan Yang Maha Esa, Mahaperkasa." (Ar-Ra`d 13:16)

2.     Pemberi rizki (Raziq)
“Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lau Mafū).” (Hud 11:6)

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu.” ('Ibrahim 14:32)

3.     Pemilik (Malik)
       Allah yang telah menciptakan dan memelihara alam semesta, maka Allah adalah satu-satunya Pemilik alam semesta ini. Apa yang kita miliki hakikatnya adalah milik Allah à  mesti digunakan sesuai dengan keinginan Pemiliknya

“Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Al-Baqarah 2:284)

       Karena semua alam ini milik Allah, maka terserah kepada Kehendak Allah untuk memberikan kepada siapa saja atau mengambilnya dari siapa saja. Inilah kesadaran seorang mu’min ketika mendapat musibah, sehingga ia mengucapkan (2:156): إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ  Jika kita menyadari hal ini, maka
       Tidak akan sombong ketika diberi oleh Allah
       Tidak akan putus asa jika kehilangan sesuatu

Materi 4: Keikutsertaan Allah
Mu’min ataupun kafir, semuanya ada dalam pantauan Allah SWT. Semuanya diketahui oleh Allah karena sistem pengawasan Allah yang canggih. Lebih canggih drpd CCTV.
1.     Allah yang menciptakan manusia
2.     Allah mengetahui bisikan hati
3.     Allah lebih dekat dari pada urat leher
4.     Allah menempatkan dua malaikat di kanan dan kiri manusia, mencatat segala amalnya

       “Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dan Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya. Dan kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya”. (QS. Qaff 50: 16) 
       “Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (Al Mujaadila 58:7)

Kebaikan Allah. Seorang mu’min juga menyadari akan kebaikan Allah SWT kepada setiap makhlukNya dengan memberikan berbagai ni’mat yang tak terhitung jumlahnya. Nikmat itu berupa nikmat lahir ataupun batin. Wajar kalau kita pun membalasNya dengan berbuat baik pula. Sebanyak 31 kali Allah bertanya kepada kita dalam surat Ar-Rahman (55):  Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Maka kalangan jin menjawab:
“Ya Allah, tidak ada sesuatu pun dari ni’matMu, wahai Tuhan Kami, yang kami dustakan; bagiMu segala puji.”
Ibnu Abbas menjawab:
Tidak ada sesuatu pun, ya Rabb.”

Orang beriman menyadari akan pengawasan Allah dan kebaikan Allah, sehingga mereka taat kepada Allah. Ketaatan itu diwujudkan dengan cara:
1.     Meningkatkan keimanannya kepada Allah
2.     Beramal sholeh

Materi 5: Ihsan
Ada 3 buah rukun dalam beragama, yaitu:
ISLAM à komitmen operasional
IMAN à komitmen moral
IHSAN à kualitas operasional
Ihsan berkaitan dengan kualitas kerja (operasional). “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mencintai apabila mengerjakan salah seorang di antara kalian suatu pekerjaan dilakukan dengan rapi.”  (HR. Thabrani dan Baihaqi). 3 unsur dalam ihsan: niat yang ikhlas, amal yang rapi, dan penyelesaian yang baik.

1.     Ihsan akan muncul jika perasaan terhadap pengawasan Allah senantiasa ada à kerjanya selalu sesuai dengan tuntutan yang ada, meski tidak ada mandornya. Rasul SAW bersabda tentang IHSAN:

“Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihatNya; jika kamu tidak dapat melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Bukhari-Muslim)

2.     Ihsan juga muncul karena adanya perasaan atau kesadaran akan limpahan kebaikan Allah à kerja sebagai ungkapan rasa syukur sehingga kerjanya dalam format yang sebaik-baiknya

·         Keduanya hal ini pertama-tama akan memunculkan niat atau motivasi kerja à motivasi yang baik.

Unsur pertama dari Ihsan adalah NIAT YANG IKHLAS. Setiap sesuatu dapat ternoda oleh yang lain. Niat yang ikhlas merupakan syarat diterimanya suatu amal:

"Hanyasanya semua amal perbuatan itu dengan disertai niat-niatnya dan hanyasanya bagi setiap orang itu apa yang telah menjadi niatnya.” (HR. Bukhari)

Mengumpulkan niat baik. Termasuk Ikhlas adalah mengumpulkan beberapa niat baik dalam satu amal. Misalnya: pergi liqo/halaqah/mengaji dengan niat:
       Silaturrahim
       Akan berinfaq fii sabilillah
       Thalabul ilmi (menuntut ilmu)
       Tilawatil Qur’an
       Ingin memperbaiki diri
       Mencari ridho Allah
Karena niat saja sudah dicatat satu kebaikan oleh Allah, sehingga satu amalan dengan beberapa niat baik akan mendapatkan beberapa pahala sekaligus ^^.

Ada 3 jenis amal yang termasuk ikhlas:
1.     Beramal karena takut siksa Allah
Ini disebut amalnya hamba
2.     Beramal karena mencari pahala
Ini amalnya pedagang
3.     Beramal karena bersyukur
Ini amalnya orang yang bersyukur
       (Ketiga jenis amal itu adalah amal yang diterima oleh Allah SWT, meskipun amal karena bersyukur itu adalah amal yang tertinggi karena itulah amal Rasul SAW

Amal terbaik. Allah pun ingin menguji di antara hambaNya siapakah yang paling baik amalnya. Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan bahwa yang dimaksud ahsanu ‘amala adalah
       أَخْلَصُهُ (paling ikhlas)
        وَأَصْوَبُهُ(paling sesuai dengan Sunnah)
Muhammad bin ‘Ajlan mengatakan: bukan yang paling banyak amalnya. Jadi yang diinginkan oleh Allah adalah yang terbaik dari amal-amal kita.
Bagi orang yang berbuat ihsan, maka Allah akan memberikan balasan. Dan jika Allah sudah mencintai seorang hamba, maka...

Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepadaKu pasti Aku akan memberinya, dan jika ia memohon perlindungan dariKu pasti Aku akan melindunginya”. (HR Bukhari)





Rabu, 20 Februari 2013

Angin Semilir di Tengah Malam

Aslm!

Wow, sekarang saya masuk di minggu kedua semester 8, semester terakhir Insya Allah! Di tengah kesibukan menyusun skripsi, belajar, mengajar, menulis dan menyiapkan naskah ke penerbit (lagi).... tiba-tiba saya ingat akan teman-teman di Sos 3 SMA 14 ^^  Ini sepertinya akibat dari wisuda semester ganjil beberapa waktu yang lalu yang saya tidak bisa datang karena sedang flu dan turun hujan besar juga. Hiks. Biasalah, saya yang terkadang suka mendramatisasi segala hal ini... hehehe! Saya merasa ditinggal beberapa teman-teman baik di kampus yang sudah lulus 3,5 tahun ㅠㅠ. Nanti jadi jarang bertemu kan? Karena sudah lulus. Perasaan sekarang itu sama seperti waktu di penghujung masa SMA dulu. Dulu, saya berpikir, "ih, pasti kangen deh sama semuanya, maksudnya kayak udah comfort zone banget sama anak-anak di SMA, trus harus berpisah karena kuliah...". Sekarang juga begitu, ya? Ya, memang harus begitu. Ada pertemuan juga ada perpisahan ㅠㅠ.

Dan saya bersyukur pernah punya teman-teman yang baik di SMA (walaupun kekurangan teman cowok, kebanyakan main sama cewek, hihi). Ya, bodo amat sekarang itu gedung SMA sedang dihancurkan untuk direnovasilah, isu pungli-lah, gosip yang buat jelek nama sekolah-lah. Tapi, untuk saya pribadi, masuk SMA saya itu adalah sebuah keberkahan karena saya mulai mengenal orang-orang hebat di SMA itu. Salah satunya, Imam Prasodjo yang saya lihat di reuni akbar dulu pas jadi panitia. 

Teman-teman SMA saya itu, sedang apa saja mereka sekarang? Super kangen ㅠㅠ.

Dulu, waktu SMA, saya dan teman-teman pasti bermimpi ingin jadi ini ingin jadi itu. Kuliah ini kuliah itu. Sekarang, saya sudah lihat perkembangannya. Teman saya, sebut saja Dita, dulu dia teman sebangku waktu SMA, sekarang sudah kerja di sebuah bank yang bagus. Ingat zaman dulu, ketika mengerjakan peer akutansi Pak Chai. Begitu telitinya Si Dita itu. Mungkin, gayanya dalam menganalisis keuangan di bank akan sama  ya seperti di kelas. Hihi.

Satu lagi, Tia, katanya dulu saya dan dia sering dibilang 'kembar srikandi' karena mirip. hehehe! Tia kabar terakhirnya sedang dalam percobaan mengajar di sebuah SMA. Padahal ingat sekali, dulu dia bilang benar-benar tidak mau jadi guru. Eh, malah jadi guru ekonomi dia. hehehe!

Terus, ada Machi, yang rumahnya sering kami jadikan markas latihan senam. Bakso Malang yang sering disuguhkan mamanya Machi-lah yang membuat kami betah lama-lama di sana. hehehe! Kabar terakhir, dia yang beralih dari IPS ke IPA ketika kuliah itu sekarang sedang berjuang jadi analis kesehatan.

Nah, kabar saya? Hemm, pastinya harus lulus Cum Laude dan diwisuda bulan Agustus 2013 nanti. Setelah itu, liburan sampai akhir tahun (semoga bisa terbitin sesuatu pada masa ini dan jadi karya kesekian ^^). Januari 2014 barulah jadi  full jikjangin a.k.a pekerja full. Sekarang, resminya, masih dalam 'masa kuliah menjadi mahasiswa'. hehehe! Jadi, harus dinikmati.Yoyoy! Lakukan yang terbaik dan ingat juga waktu untuk santai-santai! My lovely motto!


(di Transjakarta bersama Dita, Tia, Machi 
dalam perjalanan ke Veldrum buat tes lari pelajaran olahraga)

Selasa, 05 Februari 2013

Asal Usul Pondok Ranggon; My Lovely Kampung

Ini sebenernya dapet dari buku pas main di Gramed, hehehe. Lumayan kaget ternyata ada yang menulis tentang sejarah nama daerah di Jakarta, salah satunya kampung saya dong... Pondok Ranggon. Huruf G-nya ada dua ya, bukan satu. Banyak yang salah tuh, huh payah...

Yuks, mari kita intip foto-fotonya ^_^




*kampung halaman kalian, bagaimana ceritanya? ^_^

Rabu, 12 Desember 2012

Sepertinya 'banyak' yang salah....

Ada apa dengan perempuan ini?
Sepertinya ada yang salah
Sepertinya 'banyak' yang salah
Sepertinya harus ada kegiatan yang dihentikan
Yang mana?

Yang itu
Yang itu
Uang?
Terserah
Cukup sekali ini saja kacau seperti ini

Jadi kupu-kupu lagi?
Ya
Karena belum waktunya perempuan ini terbang
Nanti
Tunggu\
Sabar

Januari, semua itu berakhir
Buatlah semua itu berakhir
Akalmu butuh ilmu
Bukan butuh uang
Cukup sampai di sini

Perempuan ini tak sadar
Ia terlalu jauh terbang
Sampai lupa sangkarnya
Sampai lupa bahwa ia belum boleh terbang terlalu jauh
Belum saatnya

Aku yakin
Nanti pasti ada waktunya
Nanti
Percayalah
Come on
Kembalilah saudariku
Kembali pada dirimu yang dulu

Berani
Lepaskahlah semua itu
Kegiatan itu
Aku bersungguh-sungguh
Sepertinya sekarang bukan waktunya
Sekarang bukan tanggung jawabmu
Sekali lagi bukan

Menurutku, ini adalah cobaan kecil dari Allah
Dia ingin kau memilih
Uang
Atau
Ilmu
Lihat ketika akalmu tidak diasah dengan ilmu
Akalmu akan tumpul terus
Percayalah padaku, saudariku

Aku sayang padamu
Allah sayang padamu
Dia tidak akan menyia-nyiakan pahala hambanya walaupun sedikit
Dia tidak akan menyia-nyiakan hambanya, saudariku
Aku bersumpah
Tidak ada yang setara dengan-Nya, saudariku
Persis seperti yang kemarin kau katakan kepada mereka
Ikhlaskanlah, saudariku
Ikhlaskan
Ada yang lebih besar yang menunggumu di depan sana
Tapi, kau butuh ilmu dulu
Akalmu kini kehausan, saudariku
Kau tahu, kan?

Saudariku
Aku percaya kepadamu
Kau dapat kembali seperti dulu
Tidak mengurusi pikiran orang lain
Tidak iri dengan orang lain
Tidak dengki dengan orang lain
Tidak

Aku akan mengingatkanmu
Ini
Jalan ini
Adalah
Jihadmu
Jihadmu
Saudariku
Dan jihadmu ini pasti lebih ringan dibanding saudara kita di Palestina sana
Kau mengerti, kan?
Aku yakin
Kau pasti mengerti
Karena kau adalah saudariku



Rabu, 21 November 2012

Buat Apa Susah?

"Buat apa susah? Buat apa susah? Susah itu tak ada gunanya..."

Lagu ini ternyata benar sekali. Lagu Pramuka zaman SD dulu, ternyata baru saya sadari kebenarannya sekarang. Manusia hidup di dunia pasti akan dihadapkan dengan yang namanya masalah dan kesusahan. Tidak ada manusia yang hidupnya sempurna. Tidak ada. Manusia yang tak punya masalah di dunia adalah manusia yang sudah mati. Yang harus dipikirkan bukan masalahnya, melainkan bagaimana pemecahan masalahnya. Memang, ketika masalah itu sedang ada di puncaknya, kepala kita pasti jadi nyut-nyut-an, hati jadi sedih dan murung, wajah jadi manyun, dan tubuh jadi kehilangan semangat. Istigfar sama Allah dan minta bantuan-Nya supaya masalah kita  cepat terselesaikan dengan baik, itu solusinya.

"Di sini senang! Di sana senang! Di mana-mana hatiku senang!"

Lagu ini yang harusnya jadi pegangan hati kita. Harus senang, jangan sedih. Karena yang seperti ditulis 'Aidh Al-Qarni, jangan bersedih, sebab kesedihan akan menguras potensi dan energi. Depresi, level kesedihan tertinggi menurut saya, adalah hal yang paling menguras potensi dan energi manusia. Saya depresi? Pernah and it's normal. Saya pernah berpikir untuk bunuh diri? Pernah juga dan itulah sebuah pikiran negatif paling negatif yang pernah saya pikirkan. Dan pikiran itu muncul karena depresi; beban-beban kesedihan, level tertinggi dari kesedihan. Astagfirullah. Tapi Allah itu Maha Baik, Dia memberikan masalah dan kesedihan untuk menguji mahluknya, lalu menaikkan kelas derajatnya. Kalau kita sabar dan tetap bersyukur, Insya Allah lulus ujiannya Allah dan naik kelas derajatnya. Karena iman itu adalah sebuah lingkaran, setengahnya adalah sabar dan setengahnya lagi, syukur. Kalau kita berkata 'saya beriman', tapi ketika ditimpa masalah dan kesedihan, kita tidak bersabar dan tidak bersyukur... maka, iman itu dipertanyakan.

Allah Maha Oke (seperti yang Mas Ippho Santosa bilang). Allah itu semuanya oke. Jadi, jangan takut dan beranilah menatap masa depan kita. Walaupun  banyak yang bilang ini sulit itu sulit, ini mahal itu mahal, Allah Maha Oke. Kalau Allah bilang 'Oke' dan 'Jadilah' pada doa-doa kita, maka 'Oke dan Jadilah'. So, sekarang yang harus dilakukan kita adalah berpikir positif, bekerja dengan produktif, istirahat dan refreshing yang cukup (sering dilupakan, ya? hati-hati, nih penting soalnya), dan terus minta bantuan Allah di setiap aktivitas kehidupan kita. Bertemanlah dengan Allah, niscaya kita beruntung karena Allah-lah sebaik-baiknya teman dan penolong :)

*semangat, semoga menginspirasi :)