Sabtu, 28 Mei 2011

Benang Waktu Hidupku

Sungguh, menonton film Thailand tadi malam telah membuatku tersenyum riang pagi ini. Genre film yang romantis dengan alur cerita menarik khas anak sekolah, mengingatkan aku pada masa sekolahku. Aku pun melakukan hal yang sama dengan Nam, karakter perempuan utama di film itu. waktu SD, aku sering memandangi salah seorang teman laki-lakiku yang gemar main bola basket dari lantai dua sekolah, tepat di depan kelasku. Bahkan, aku pun menelponnya tanpa memberitahu namaku. Sama seperti yang dilakukan Nam kepada Shone. Tubuhnya tinggi, otaknya cerdas, wajahnya terlihat lebih dewasa daripada teman laki-lakiku yang lain. Karena hal itulah, aku suka kepadanya.

Waktu SMP, ceritaku lain lagi. Saat itu, masa di mana puberitas remaja sedang tinggi-tingginya, dan aku termasuk dalam kelompok bernama ‘remaja’ itu. Persis dengan latar di dalam film Thailand tadi malam, aku mulai menemui teman-teman baik. Perbedaannya, kami  tidak melegalkan hubungan baik itu dengan sebuah geng. Walaupun kami tidak bergeng ria, kami terlihat seperti sekelompok geng karena seringnya berkumpul bersama, makan bersama, dan pulang sekolah bersama. Ceritanya sama, kami menyukai teman laki-laki, senior laki-laki, dan bahkan adik kelas laki-laki. Peristiwa yang paling kuingat adalah, suatu hari terdapat pertandingan bola basket. Ya, sekolah memang identik dengan bola basket dan senior-senior tampan di dalamnya. Walaupun, sekolahku berada di ujung pinggiran ibukota negara ini, fenomena itu terjadi juga. Salah satu senior tampan itu adalah Ketua OSIS sekolahku, yang gemar membuat jambul pada rambutnya. Kebetulan, ia juga kakak dari teman sekelasku. Di dalam pertandingan itu, aku dan teman-temanku menonton sambil duduk di pinggir lapangan. Tiba-tiba, bola mengarah ke arah kami dan Sang Ketua OSIS itu hampir jatuh di pangkuanku karena kakinya menyandung kakiku. Kami refleks meminta maaf  satu sama lain. Teman-temanku tertawa melihatiku sedangkan teman-teman yang lainnya melihatiku dengan tatapan sinis, seperti ingin mencekik leherku. Begitulah, pertama dan terakhir kalinya kami menyapa. Masa SMP, aku kesulitan dengan jadwal solat dan teman-teman yang melakukan solat. Di dalam sekolahku terdapat musola yang berdekatan dengan kantin. Ketika waktu ashar tiba, itulah waktu istirahat dan siswa laki-laki biasanya makan sambil duduk di pinggir musola. Butuh keberanian dan iman yang tinggi untuk melakukan solat ketika itu. Satu lagi, tempat berwudhu terbuka dan tidak nyaman sama sekali bagi seorang perempuan ketika berwudhu di sana. Alhamdulillah, orang tuaku telah mengajariku solat ketika sudah baligh, sehingga aku takut jika tidak solat. Jika aku tidak solat ahar di sekolah, aku akan cepat pulang dan solat di rumah dalam injury time, lima sampai sepuluh menit sebelum magrib. Entah mengapa, sulit untuk mengajak temanku solat. Padahal aku butuh teman untuk solat ketika itu. Aku sangat benci keadaan itu. Bahkan, ketika latihan paskibra pun, senior-seniorku tidak ada yang memberikan kesempatan solat. Aku tidak mengerti, mereka tidak mendengar kumandang adzan itu atau apa. Kalau dipikir sekarang, mengapa aku bodoh, tidak bertanya ketika itu. Juga, ada salah satu temanku yang memakai hijab, tapi ternyata dia tidak solat. Hal itu sangat membuat tanda tanya besar di keningku. Lalu apa gunanya ia memakai hijab?

Semua berubah ketika SMA, Allah sangat sayang kepadaku. Aku ditakdirkan untuk masuk ke dalam sebuah lingkungan yang paling nyaman yang pernah aku rasakan. Ketika itu, hari pertama sekolah, daftar ulang, aku memutuskan untuk berhijab. Aku diantar ke sekolah oleh bapakku menggunakan motor. FYI, bapakkulah tersangka utama yang merekomendasikan sekolah itu. Pertama, sekolah itu dekat sekali atau boleh dibilang bertetanggaan dengan kantor bapakku. Sekaligus, sekolah itu juga adalah sekolah terjauh yang pernah aku jalani, kawasan Cililitan. Kedua, kata bapakku, sekolah itu agamanya bagus. Hal itu diketahui dari perbincangan teman bapakku yang anaknya juga bersekolah di situ. Untuk hal ini, aku percaya-percaya saja. Ketiga, sekolah itu sekolah unggulan. Kalau hal ini, aku percaya karena aku melihat passing gradenya di buku BK si sekolah. Sebelum melihat sekolahku itu, aku melewati sekolah lain yang lumayan bagus juga di kawasan Pinang Ranti. Aku sungguh terkagum-kagum dengan sekolah itu. Besar, hijau, lapangannya luas, pokoknya keren. Ketika itu aku berpikir bahwa sekolahku pasti lebih keren daripada sekolah itu. Motor bebek bapakku mulai memasuki jalan gang sekolahku. Lurus, di samping jalannya terdapat kantor bapakku. Kemudian kami belok ke kanan, bapakku menunjuk sekolahku, “itu sekolahnya dari samping, Ti!”.  Aku bingung, aku hanya melihat sebuah gedung berwarna kuning krem di depan mataku. Kemudian kami belok ke kiri dan akhirnya sampai ke sekolah baruku. Aku tertegun, “ya ampun, jelek banget sekolahnya, Pak?”. Sekolah letter U dengan warna kuning krem, pagarnya karatan, dan lapangannya pun tidak sebesar yang kuperkiraan sebelumnya. Sungguh bagaikan pabrik roti. Inikah sekolah yang bapakku bangga-banggakan itu?

Hari pertama Masa Orientasi Siswa, aku disuruh memakai nametag bulat terbuat dari kardus dengan tempelan permen. MOS tidak aneh-aneh, siswa baru hanya disuruh meminta tanda tangan anggota OSIS dan MPK. Sesuatu yang berbeda adalah ketika waktu solat zuhur tiba. Kami solat zuhur berjamaah di musola sekolah. Musolanya terbagi dua lantai, perempuan di atas dan laki-laki di bawah. Musola sekolah ini tiga kali lebih bagus daripada ketika SMP dahulu. Apalagi tempat berwudhunya terpisah antara perempuan dan laki-laki serta tertutup. Aku senang sekali. Lebih dari itu, di tempat yang hijau itulah tempat pertama kali aku liqo atau mentoring. Setelah solat zuhur, kami membuat lingkaran kecil, kemudian disuguhi kriuk-kriuk sederhana di tengahnya, kami membaca Al Quran lalu saling berkisah dan berkenalan. Kakak mentor pertamaku bernama Kak Chani. Keturunan Arab, tapi tidak kelihatan. Adiknya, Fikri yang kelihatan Arab sekali. Hal yang membuat aku geli adalah kami bersalaman seperti ibu-ibu (pikirku waktu itu). Kami menempelkan pipi kami tiga kali sambil mengucap dan menjawab salam. Pada awalnya, aku selalu tertawa geli setelah kami bersalaman dengan gaya seperti itu. Namun, kini aku tahu bahwa dalam bersalaman itu dapat menggugurkan dosa-dosa kita. Jadi, aku tidak geli lagi, hehe.

Tahun kedua, sekolahku menjadi hijau. Hijau dalam arti sebenarnya. Semua dicat hijau seperti pesantren. Lapangan diperbaiki, dari sebelumnya logo kartu As menjadi Mizone. Pagar pun diperbaiki dan dicat supaya karatnya hilang. Tahun kedua ini, aku vakum mentoring karena Kak Chani yang mau ujian diganti orang lain. Aku dan teman-teman jadi jarang mentoring karena kakaknya tidak asik (menurutku waktu itu). Namun, jika dipikir sekarang, betapa zalimnya diriku kepadanya, Kak Nadia, mahasiswa FE UI yang seharusnya aku dapat banyak belajar darinya (FE: Fakultas Impian Anak IPS). Maafkan aku Kak, sungguh maafkan aku... Sebelum aku naik kelas, aku dan temanku, Mariyana diundang mentoring oleh Kak Dewina, FKM UI, Sang Bidadari Syurga itu. Tapi bodohnya, untuk kedua kalinya, aku membuang kesempatan emas itu. Aku ogah-ogahan dalam menjalaninya. Sampai akhirnya, Mariyana sukses menjadi pejuang dakwah dan aku tertinggal di jurang hitam. Mungkin, bukan jurang hitam juga, melainkan jurang abu-abu. Apalagi setelah sekarang aku tahu bahwa Kak Dewina itu Mapres FKM, makin menyesal aku. Mengapa tidak bersungguh-sungguh di jalan Allah waktu itu, padahal aku dikelilingi manusia-manusia hebat, namun aku tidak menyadarinya. Aku sungguh tidak peka dalam menerima hidayah yang sudah Allah beri. Hatiku mungkin terlalu banyak debunya sehingga sulit untuk sinar hidayah itu menerangi hatiku. Atau aku terlalu bodoh.

Di sisi lain, aku menemukan teman-teman yang satu jalan dan aku senang sekali. Tidak sulit mengajak mereka solat. Bahkan, mereka mengajak aku untuk solat dhuha ketika jam istirahat. Ada pula seorang temanku, dia perempuan tidak berhijab namun rajin sekali solat dhuha. Keren. Di Masa ini pun aku telah diajari apa arti hijab sebenarnya. Hijab, bukan hanya masalah memakai kerudung saja. Namun, lebih luas dari itu. Hijab berarti batas, batas antara perempuan dan laki-laki. Adab bergaul menurut ajaran Islam. Tidak memandang secara berlebihan, menjaga suara, menjaga hati dan pikiran, menjaga perilaku dan sikap. Allah benar-benar sayang kepadaku karena telah memberiku takdir untuk bersekolah di tempat nan hijau ini. Terima kasih, Ya Allah... SMA bak pesantren nan hijau hanya ada di sini saja. Hanya ada satu. Dan sekolah hijau itu, kini telah mengantarkan aku ke sebuah universitas kuning nan tersohor di kawasan Depok. Makin cinta saja aku dengan sekolah hijau itu. Semoga Allah memberikan rahmat dan karunianya kepada seluruh manusia di sekolah itu, :) 

Di dalam bus kuning milik kampus kuning ini, kini aku tersenyum riang karena menonton film Thailand itu tadi malam. Genap dua tahun aku ada di kampus kuning ini. Suasananya sama dengan sekolah hijauku dahulu. Aku jadi berpikir jika sekolah hijauku, yang memang kebanyakan alumninya pindah ke kampus kuning adalah miniatur kampus kuning. Dan hidayah untuk ketiga kalinya menyinari hatiku. Alhamdulillah, untuk kali ini, aku dapat merasakannya. Aku dapat merasakan kedatangan hidayah itu, dan aku tidak ingin melepasnya atau mengacuhkannya lagi. Kini hidupku telah baru. Aku menemukan wajah-wajah baru yang menginspirasiku, wajah-wajah saudaraku. Kami akan saling membantu dalam agama Allah. Walaupun godaan melawan hijab itu masih terus akan mengintai, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk tetap teguh dalam hijab ini. Karena sungguh, aku akan merasakan manisnya kelak jika aku bersabar... aamiin

*terima kasih kepada seluruh manusia yang telah memberi inspirasi kepadaku, semoga Allah merahmati kita semua ^^

Jumat, 20 Mei 2011

Menghadap Allah dengan Tersenyum


Untuk dapat menghadap Allah dengan tersenyum, manusia harus melewati malaikat penjaga dari langit pertama sampai langit ke tujuh dengan seleksi ketat sesuai perintah Allah. Untuk mengetahui hal tersebut, mari kita simak sabda Nabi Muhammad SAW yang disampaikan kepada Mu’adz.

Wahai Mu’adz sesungguhnya aku menceritakan kepadamu sebuah hadits, jika kamu menjaganya, ia akan bermanfaat kepadamu di sisi Allah dan jika kamu menyia-nyikannya dan tidak menjaganya, maka putuslah hujjahmu di sisi Allah pada hari kiamat.

Wahai Mu’adz, sesungguhnya Allah Maha Barakah dan Maha Luhur menciptakan tujuh malaikat sebelum menciptakan langit dan bumi. Dia menjadikan setiap langit dari tujuh langit seorang malaikat yang menjadi juru kunci.

Maka malaikat hafazhah naik membawa amal seorang hamba dari pagi sampai sore, ia mempunyai cahaya seperti cahaya matahari sehingga ketika amal tersebut kelihatan sampai langit dunia, ia membersihkannya dan memperbanyaknya. Maka malaikat berkata kepada malaikat hafazhah, “Pukullah dengan amal ini wajah pemiliknya, aku malaikat yang menjaga menggunjing, Tuhanku memerintahkan aku supaya aku tidak meninggalkan amalnya orang yang menggunjing manusia yang melewatiku kepada selain aku.”

Nabi bersabda, "Kemudian malaikat hafazhah datang dengan membawa amal bagus dari amal-amal seorang hamba, ia membersihkan dan memperbanyaknya sampai ia sampai ke langit yang kedua. Maka berkatalah malaikat yang diberi tugas, 'Berhentilah kamu dan pukullah dengan amal ini wajah pemiliknya, ia menginginkan dengan amalnya harta dunia, tuhanku memerintahkan kepadaku agar aku tidak meninggalkan amalnya yang melewatiku ke selainku, ia sombong kepada manusia dalam tempat duduknya, aku malaikat kesombongan.' "

Nabi bersabda, "Malaikat hafazhah naik dengan amalnya hamba yang indah bercahaya dari sodaqoh, salat, puasa yang mengagumkan bagi malaikat hafazhah, kemudian mereka melewatinya menuju ke langit ketiga, maka berkatalah malaikat yang diberi tugas, 'Berhentilah kamu dan pukullah dengan amal ini wajah pemliknya, aku malaikat kesombongan, Tuhanku memerintahkan aku agar aku tidak meninggalkan amalnya yang melewatiku ke selainku, ia sombong kepada manusia di tempat-tempat duduknya.' "

Nabi bersabda, "Malaikat hafazhah naik dengan amalnya hamba yang terang seperti terangnya bintang yang mencorong yang mempunyai suara, dari tasbih, salat, puasa, haji, umrah, sampai mereka melewati langit keempat, maka berkatalah malaikat yang diberi tugas, 'Berhentilah kamu dan pukullah dengan amal ini wajah pemiliknya, punggungnya, dan perutnya, aku malaikat kekaguman, Tuhanku memerintahkan kepadaku agar aku tidak meninggalkan amalnya yang melewati ke selainku, sesungguhnya ia beramal yang di dalamnya kemasukan ujub (kagum kepada diri sendiri).' "

Nabi bersabda, "Malaikat hafazhah naik dengan amalnya hamba sampai melewati langit ke lima, amalnya seperti pengantin yang diboyong ke pelaminan suaminya, maka berkatalah malaikat yang diberi tugas, 'Berhentilah kamu dan pukullah dengan amal ini wajah pemiliknya, muatlah dan jadikanlah di atas bahunya, aku malaikat hasud, ia hasud (iri hati) kepada orang yang belajar dan beramal seperti amalnya dan semua orang yang mempunyai kelebihan kepada hamba-hambanya, ia iri hati dan jatuh di sana, Tuhanku memerintahkan aku agar aku tidak meninggalkan amalnya yang melewatiku ke selain aku.' "

Nabi bersabda, "Malaikat hafazhah naik dengan amalnya hamba yang mempunyai cahaya seperti cahaya bulan dari salat, zakat, haji, umrah, berjuang, dan puasa, ia melewatinya sampai langit ke enam, maka berkatalah malaikat yang diberi tugas, 'Berhentilah kamu dan pukullah dengan amal ini wajah pemiliknya, ia tidak menyayangi manusia sama sekali dari hamba-hamba Allah yang terkena cobaan dan penyakit, ia justru gembira dengan mereka, aku malaikat kasih sayang, Tuhanku memerintahkan aku agar aku tidak meninggalkan amalnya yang melewati ke selain aku.' "

Nabi bersabda, "Malaikat hafazhah naik dengan amalnya hamba dari salat, puasa, nafkah, berjuang, dan menjaga haram dan makruh, yang mempunyai suara gaungnya lebah dan mempunyai cahaya seperti cahayanya matahari, bersamanya ada tiga ribu malaikat, maka mereka melewati menuju langit ketujuh, maka berkatalah malaikat yang diberi tugas, 'Berhentilah kamu dan pukullah dengan amal ini wajah pemiliknya dan pukullah anggota-anggotanya, kuncilah hatinya, aku menghalangi dari Tuhanku setiap amal yang dilakukan bukan karena Tuhanku, ia menginginkan dengan amalnya selain Allah Ta’ala, ia menginginkan keluhuran di sisi orang-orang yang ahli fiqih, disebut di sisi para ulama, menjadi terkenl di beberapa kota, Tuhanku memerintahkan aku agar aku tidak meninggalkan amalnya yang melewatiku ke selainku, setiap amal yang tidak murni (ikhlas) karena Allah adalah riya’ (pamer) dan Allah idak menerima amalnya orang yang pamer.’ "

“Nabi bersabda, ‘Dan naiklah malaikat hafazhah membawa amalnya hamba dari salat, zakat, puasa, haji, umrah, akhlak yang baik, diam, ingat Allah Ta’ala, dan malaikat di tujuhlangit mengiringnya sampai mereka memutus semua penghalang kepada Allah Ta’ala, mereka berhenti di hadapan Allah, memberi saksi kepada-Nya dengan bagusnya amal dan ikhlas karena Allah. Allah berfirman, ‘Kamu semua adalah malaikat yang menjaga amal hambaku, sedangkan Aku adalah Dzat yang mengintai hatinya, ia tidak menginginkan Aku dengan amal ini, ia menginginkan selain Aku, maka kepadanya laknat-Ku.’ Semua malaikat berkata kepadanya, ‘Laknat-Mu, laknat kita, dan tujuh langit dan seisinya melaknat hatinya.’ “

Maka menangislah Mu’adz, ia berkata, “Wahai Rasulullah, engkau adalah utusan Allah dan saya Mu’adz, bagaimana aku bisa selamat?”

Nabi bersabda, “Ikutilah aku, walaupun dalam amalmu ada kekurangan, wahai Mu’adz, jagalah lisanmu dari menggunjing teman-temanmu dari orang-orang yang (hafal dan mengamalkan) Al Quran, dan tanggunglah dosa-dosamu kepadamu dan jangan engkau tanggungkan kepada mereka, jangan engkau merasa dirimu bersih dan engkau mencemooh mereka, jangan merasa lebih mulia dari mereka, jangan engkau masukkan amat duniamu dalam amal akhirat, jangan sombong di tempat dudukmu, supaya manusia takut dari jeleknya akhlakmu, jangan kamu berbisik kepada seseorang, sedangkan di sampingmu ada orang lain, jangan merasa agung atas manusia lain, maka terputuslah kebaikan-kebaikan dunia dan akhirat, jangan menyobek-nyobek (menghina) manusia, mka anjing-anjing neraka akan menyobek-nyobekmu di neraka...”

Apa yang disampaikan Nabi Muhammad kepada sahabat Mu’adz harus betul-betul kita renungkan, agar amal yang kita lakukan di dunia tidak sia-sia, bisa diterima di sisi Allah SWT.

sumber: Buku Beginikah Rasanya 7 Malam Pertama di dalam Kubur? Karya Jamal Ma'mur Asmani 

Senin, 16 Mei 2011

Inspirasiku akhir pekan ini: Mars Korsad by Izzatul Islam ^^


menapaki langkah langkah berduri
menyusuri rawa lembah dan hutan
berjalan di antara tebing curam
semua dilalui demi perjuangan
letih tubuh di dalam perjalanan
saat hujan dan badai merasuki badan
namun jiwa harus terus bertahan
karena perjalanan masih panjang
kami adalah tentara Alloh
siap melangkah menuju ke medan juang
walau tertatih kaki ini berjalan
jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan
wahai tentara Alloh bertahanlah
jangan menangis walau jasadmu terluka
sebelum engkau bergelar SYUHADA
tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

Sabtu, 23 April 2011

Inspirasiku akhir pekan ini: A Crazy Little Thing Called Love



tentang masa sekolah



teman dan sahabat




senior yang disukai



penggemar rahasia




acara tahunan sekolah



hadiah



cerita dan konflik


mimpi

cerita yang bagus, lucu, sedih, dan akhir yang bahagia...
namun sedikit kekurangan di bagian akhir... kurang menyentuh dan sedikit menggantung...

Nam dan Shone... cocok banget

over all: good, heheh...  

아픈 동생

지난 지난 주말에 집에 있는 분위기가 별로 좋지 않았어요. 어머니께서의 부탁한 말씀대로 집에 있어야 하고 동생을 잘 봐야 했어요. 우리 동생은 파티마라고 해요. 지금은 2 살이에요. 우리 파티마가 많이 아팠어요. 열이 나고 감기에 걸리고 기침도 있었어요.

아픔이 너무 복찹해서 파티마가 너무 불쌍했어요. 사실은 우리 파티마가 먹는 것을 아주 좋아해요. 무엇이나 다 먹을 수 있어요. 하지만, 아픘을 때 먹는 것이 곤란하게 되었어요. 그리고 사실은 우리 파티마가 장난이 심한 편이에요. 하지만, 아픘을 때 그런 것도 바뀌었어요.

우리 파티마가 자주 울렀어요. 그래서 어머니께서 저에게 파티마를 병원에 데리고 갈까 말까 했다고 말씀했어요. 그리고 제 대답은 파티마를 병원에 데리고 가는 것이 정말 좋은 생각였다고 말했어요. 논의한 후에 어머니께서 파티마를 병원에 데리고 갔어요. 어머니께서와 우리 첫 동생은 병원에 오토바이로 탔어요. 우리 첫 동생은 아픈 파티마를 데리고 가서 오토바이를 천천히 탔어요.

어머니께서 파티마를 데리고 갔을 때 저는 집에서 쉬었어요. 그전에, 파티마를 많이 안아서 손이 정말 아프게 되었어요. 아픈 동생을 잘 보는 것에 익숙하지 않으면 정말 곤란하게 되었어요.
  

Rabu, 13 April 2011

Race and Nationalism in Literature of North Korea and South Korea by Korean War Period


Meaning of Race in Literature by Korean War Period
By Korean War periode, North Korea and South Korea, both of them, got influence from the other outside country’s culture. That is the point which the writer want to explain with discuss their unique policy character.

South Korea.                                                                         
South Korea’s novel writers appear some kind of race with different describes in their novels. American people, Uni Soviet people, and Chinese people is described by kind of family member but sometimes they can be a nation enemy. But, novel by Yu Ju Hyeon and Park Yeong Hee is quite unique. Because they more focused on the story’s theme. So, their novel was different with the other writer’s novels that time.

North Korea
We can see novels by Korean War periode in North Korea show many races with point of view and estimation which made by the writer. American people is described by a person who has not humanity feelings, they even described by a wild animal. On the other side, Uni Soviet people is described by a hero who spread happiness, a freedom for North Korea. Ang the last, Chinese people is described by their family’s member. This is the kind of especiality that we can find in North Korea’s novels.
   
Conclusion
We can conclude that literature by Korean War periode, from South Korea or North Korea, both of them, together push a nationalism substance which has high power to force their ideology enemy and also to build and to strengthen their own policy ideology. With stimulating the enmity and hostility with the two Korea, their own citizen will have high spirit and high power to go to the war to kill their enemy. If we see this point, we can understand that how difficult the reunification of the two Korea will be.

Minggu, 03 April 2011

50 KEISTIMEWAAN WANITA part.1



” Sekadar renungan buat insan yang bergelar wanita. Ketahuilah betapa istimewanya menjadi wanita. Betapa bertuahnya menjadi wanita. Bersyukurlah kerana menjadi wanita. Bacalah risalah ini dengan niat untuk diamalkan dan sampaikan kepada mereka yang lain. Insya Allah.” by Risma Wati, my lovely sister ^ ^

1. Doa wanita lebih maqbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah s.a.w. akan hal tersebut, jawab baginda: “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”

2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 orang lelaki yang tidak soleh.

3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

 4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.

 5. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang takutkan Allah s.w.t. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail a.s.

 7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarat (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi’alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa’ala mengangkatnya ke atas darjat, seperti darjatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah s.a.w.) di dalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ehsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adala syurga.

10. Daripada Aisyah r.ha. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka merekaakan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.”

11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).

15. Aisyah r.ha. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?” Jawab baginda, “Suaminya” “Siapa pula berhak terhadap lelaki ?” Jawab Rasulullah s.a.w. “Ibunya”.

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya(10,000 tahun).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t.

23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.